Singaraja · Bali Utara · 5 mdpl
Singaraja adalah sisi Bali yang paling panas dan paling kering. Air ledeng masuk pada 29-31 derajat dan udara siang menyentuh 34 derajat, sehingga bak 400 liter di sini menuntut chiller 2 PK, bukan 1,5 PK seperti sembilan kota Bali lainnya.

Jarak Singaraja ke Tabanan hanya 80 kilometer lewat Bedugul, tapi angkanya berasal dari dunia lain. Air Tabanan masuk pada 26-28 derajat, air Singaraja 29-31. Udara Tabanan 22-32 derajat, udara Singaraja 25-34. Bak 400 liter tertutup di Tabanan menyerap 488 watt; di Singaraja 529 watt. Selisih 41 watt itu terdengar sepele, tapi cukup untuk melewati batas kapasitas chiller 1,5 PK dan memaksa naik ke 2 PK.
Konsekuensinya di dompet: unit 2 PK berharga sekitar Rp 8 juta lebih mahal daripada 1,5 PK, dan tarikan listriknya 1.850 watt bukan 1.400 watt. Kabar baiknya, chiller yang lebih besar bekerja lebih cepat — bak Singaraja turun dari 30 ke 5 derajat dalam 5,6 jam, penurunan tercepat di seluruh Bali. Biaya bulanannya Rp 220 ribu, hanya Rp 19 ribu di atas Tabanan, karena unit besar bekerja lebih sedikit waktu untuk beban yang hampir sama.
Ini bagian yang paling sering kami tekankan di Bali utara dan paling sering diabaikan orang. Di banyak titik Buleleng, tegangan jaringan turun menjelang pukul enam sore ketika seluruh kampung menyalakan lampu dan pompa. Kami pernah mengukur 192 volt di stopkontak rumah klien di Air Sanih. Kompresor yang dipaksa start pada tegangan rendah menarik arus lebih besar, memanas, dan umurnya memendek — dan kerusakan kompresor akibat tegangan di bawah 180 volt tanpa stabilizer adalah salah satu dari tiga hal yang tidak kami tanggung dalam garansi.
Karena itu untuk setiap pemasangan Singaraja kami mensyaratkan stabilizer tegangan di depan chiller, dan kami mengukur tegangan di lokasi Anda sebelum menawarkan, bukan setelah. Untuk unit 2 PK, lini chiller Arctic inverter punya keunggulan nyata di sini: kompresornya start lunak dan menahan putaran rendah, jadi momen paling berat bagi kompresor tidak terjadi belasan kali sehari seperti pada unit hidup-mati.
Sambungan rumah di Singaraja umumnya 1.300 sampai 3.500 VA. Chiller 2 PK menarik 1.850 watt. Pada sambungan 1.300 VA itu tidak mungkin, pada 2.200 VA sangat mepet dan akan memutus MCB begitu pompa air ikut menyala. Jadi untuk bak 400 liter di Singaraja, naik daya ke 3.500 VA adalah syarat, bukan saran.
Kalau naik daya bukan pilihan, ada jalan lain yang jujur: turunkan volume. Bak 300 liter di Singaraja menyerap 443 watt, cukup ditahan chiller 1,5 PK dengan tarikan 1.400 watt, turun ke 5 derajat dalam 5,8 jam, dan listriknya Rp 181 ribu sebulan. Bak lebih kecil dengan chiller yang tepat selalu lebih memuaskan daripada bak besar dengan chiller yang kekecilan — itu salah satu aturan yang tidak kami langgar.
Bodi bak Singaraja berangkat dari bengkel Kediri, Tabanan dan menempuh 2,5 sampai 3 jam melewati Bedugul: tanjakan panjang, tikungan tajam, dan turunan curam di sisi utara. Itu satu-satunya rute Bali yang kami perlakukan seperti kiriman antar pulau — bodi dipeti kayu dan diikat ke lantai truk, bukan diganjal seadanya. Waktu kerja Singaraja 16 hari, enam hari lebih lama daripada Tabanan, dan selisih itu hampir seluruhnya ada di perjalanan serta penjadwalan tim yang menginap satu malam. Kalau Anda masih ragu antara membangun di utara atau di tengah pulau, bandingkan dua angka ini: bak 400 liter menyerap 529 watt di Singaraja dan 474 watt di Ubud, dan di Ubud chiller 1,5 PK sudah cukup.
Sebagian pesanan Singaraja datang dari penginapan dan operator selam di Lovina serta Air Sanih. Pola pemakaiannya tidak harian tapi berkelompok: enam sampai delapan penyelam dalam dua jam sore. Untuk itu kami setel target 4 derajat agar ada ruang naik, pasang filtrasi ozon, dan menyarankan tutup insulasi selalu terpasang di antara sesi — di udara 34 derajat, bak terbuka kehilangan kendali paling cepat.
Karena air masuknya 29-31 derajat dan udara siangnya 34 derajat, satu sampai dua derajat di atas Bali selatan. Bebannya 529 watt dibanding 516 watt di Denpasar, dan itu melewati batas kapasitas chiller 1,5 PK setelah penurunan kemampuan pada air dingin diperhitungkan. Jadi 2 PK, dengan tarikan 1.850 watt.
Untuk Singaraja, ya, dan kami menuliskannya di penawaran. Kami pernah mengukur 192 volt di stopkontak rumah klien di Air Sanih pada jam sibuk. Kerusakan kompresor akibat tegangan di bawah 180 volt tanpa stabilizer tidak ditanggung garansi, jadi ini bukan penjualan tambahan melainkan syarat pemasangan.
Dua setengah sampai tiga jam lewat Bedugul, dan tim kami menginap satu malam supaya pemasangan serta uji dingin 5,6 jam bisa selesai dalam satu hari kerja penuh. Total dari uang muka sampai serah terima 16 hari.
Terrazzo dan beton keduanya tahan panas matahari langsung yang di Singaraja lebih keras daripada di selatan. Kayu jati tetap bisa, tapi di udara kering utara perlu diminyaki tiga kali setahun, bukan dua. Untuk alamat dekat pantai Lovina, semua logam tetap stainless 316. Lihat cold plunge beton kalau baknya ingin ditanam.
Tidak sejauh yang dikira orang. Rp 220 ribu sebulan di Singaraja dibanding Rp 214 ribu di Denpasar dan Rp 195 ribu di Ubud, untuk bak 400 liter tertutup. Yang benar-benar berbeda adalah harga unit chiller di awal, sekitar Rp 8 juta lebih tinggi, dan biaya naik daya PLN kalau sambungan Anda masih 1.300 VA.
Kota terdekat

Di sini bengkel batu dan kayu kami berada: 10 hari kerja, 20 menit pengiriman, dan Anda boleh datang melihat.
Lihat →
Air masuk 25-27 derajat membuat Ubud kota termurah di Bali: 474 watt, Rp 195 ribu sebulan, turun 6,1 jam.
Lihat →
Kota terpanas di Bali selatan: udara sampai 33 derajat, chiller 1,5 PK, listrik Rp 214 ribu sebulan, selesai 12 hari.
Lihat →Survei gratis
Untuk Bali utara kami selalu mulai dari dua angka: daya tersambung di meteran dan tegangan yang terukur di stopkontak pada jam enam sore. Keduanya menentukan apakah chiller 2 PK bisa dipasang tanpa pekerjaan tambahan.
Isi singkat, kami balas dengan ukuran, chiller yang cocok, dan harga lengkap.