Surabaya · klinik
Klinik fisioterapi butuh dua hal yang jarang diminta klien rumahan: bahan yang boleh disikat disinfektan setiap hari, dan catatan suhu tertulis untuk rekam medis pasien. Yang hampir menggagalkannya adalah sumur servis selebar satu meter.

Klinik fisioterapi di Mulyosari menangani pemulihan pasca cedera olahraga, dan fisioterapisnya ingin mencatat suhu air pada setiap sesi. Bukan suhu di layar chiller, yang membaca air di dalam penukar panas, melainkan suhu air tempat pasien duduk. Permintaan itu menentukan dua hal sekaligus: probe terkalibrasi yang dipasang permanen di dinding bak, dan pencatat WiFi yang mengekspor log harian ke berkas yang bisa dicetak.
Bahannya tidak lama diperdebatkan. Bodi akan disikat dengan disinfektan berbasis klorin setiap malam, jadi terrazzo dan kayu langsung gugur. Kami memakai stainless 316 gosok satin, bukan 304 — di Surabaya dan sekitarnya perbedaannya bukan teori, dan kami pernah mengganti bak 304 orang lain di Sidoarjo karena bintik karat muncul dalam 14 bulan. Rinciannya ada di ice bath stainless 316.
Ruang pemulihan berada di tengah bangunan, tanpa satu pun dinding menghadap luar. Satu-satunya jalur ke udara luar adalah sumur servis setinggi tiga lantai berukuran 1,2 x 1,0 meter, yang sudah berisi pipa pembuangan dan dua unit outdoor AC klinik. Lubang udaranya satu, berukuran 40 x 40 cm, di bagian bawah.
Kami membaca gambar dan tetap memasang di sana, karena secara volume sumur itu cukup. Itu kesalahan menghitung: yang penting bukan volume sumur, tapi apakah udara panas bisa keluar dari atasnya.
Fisioterapis meminta 4 derajat karena protokol yang dia pakai untuk cedera akut berada di 3-5 derajat. Bak 360 liter di air masuk 30 derajat dengan target 4 memberi beban tahan 508 watt dan membutuhkan 2 PK. Di sini ukuran itu memang kelihatan berlebih untuk 360 liter, dan penyebabnya adalah Surabaya: air ledeng 29-31 derajat dan udara siang sampai 35 derajat membuat chiller kehilangan lebih banyak kapasitas daripada di kota mana pun di Jawa. Hitungannya bisa diulang di kalkulator chiller.
Pada uji dingin, air turun cepat sampai sekitar 10 derajat lalu melambat dan berhenti di 7,5 derajat setelah tujuh jam. Kami ukur udara masuk kondensor: 44 derajat, sebelas derajat di atas udara luar. Unit itu menghisap kembali udara panasnya sendiri karena sumur servis tertutup di atas, dan kapasitas nyatanya turun sekitar 28 persen.
Perbaikannya dikerjakan bersama kontraktor gedung dalam dua hari. Kami membuka jalusi buang 60 x 40 cm di bagian atas sumur, memasang cerobong pendek yang mengarahkan udara keluaran kondensor langsung ke jalusi itu, dan menaikkan unit 35 cm dari lantai sumur supaya sisi hisapnya berada di bawah aliran panas. Setelah itu udara masuk terukur 34 derajat, satu derajat di atas udara luar, dan air mencapai 4,0 derajat dalam 5,5 jam. Aturan jarak dan ventilasi yang sekarang kami pakai di setiap survei ada di jasa instalasi.
| Yang diukur | Sumur tertutup | Setelah jalusi dibuka |
|---|---|---|
| Udara masuk kondensor | 44 °C | 34 °C |
| Suhu air terendah tercapai | 7,5 °C | 4,0 °C |
| Waktu turun dari 30 °C | berhenti di 7 jam | 5,5 jam |
| Daya nyata chiller pada 4 °C | ±1,78 kW | 2,47 kW |
| Listrik harian | 6,1 kWh | 4,9 kWh |
Klinik itu mencetak log suhu setiap akhir pekan dan menyimpannya bersama catatan sesi. Probe dikalibrasi ulang setahun sekali terhadap termometer acuan kami, termasuk dalam kontrak servis rutin. Bak ini berada di kawasan yang dijelaskan lebih lengkap di ice bath Surabaya Timur.
Proyek serupa
Isi singkat, kami balas dengan ukuran, chiller yang cocok, dan harga lengkap.