Dago · lereng Bandung utara
Dago duduk di lereng 800-1.000 mdpl, satu tingkat di atas pusat Bandung, dan air masuknya 21-23 derajat. Selisih satu derajat itu cukup untuk menurunkan chiller bak 400 liter dari 1,5 PK menjadi 1 PK.

Dago Pakar, Dago Atas, dan Ciumbuleuit berada di lereng 800-1.000 mdpl, di atas pusat Bandung yang 768 mdpl. Air yang masuk ke rumah di sini 21-23 derajat, sekitar satu derajat lebih dingin daripada kota bawah, dan angin malam dari arah utara membuat udara turun lebih cepat sesudah magrib. Untuk bak es, dua hal itu bekerja ke arah yang sama: beban tahan bak 400 liter tertutup di Dago 418 watt, dibanding 432 watt di kota bawah.
Selisih 14 watt terdengar tidak berarti, tapi bukan beban tahan yang menentukan ukuran mesin di sini — melainkan syarat kedua kami, yaitu bak harus bisa turun dari suhu air masuk ke 5 derajat dalam delapan jam. Pada air 22 derajat, unit 1 PK menyelesaikannya dalam 7,8 jam. Pada air 23 derajat di kota bawah, unit yang sama tidak lolos, dan pesanan naik ke 1,5 PK. Satu derajat memindahkan Anda satu anak tangga, dan anak tangga itu bernilai Rp 7 juta pada harga chiller impor.
Baris tarikan listrik itu yang paling nyata dirasakan: 950 watt di Dago lawan 1.850 watt untuk bak identik di Cirebon yang butuh 2 PK. Separuh, di provinsi yang sama, untuk volume yang sama. Dan karena kompresor hanya perlu hidup sekitar 29 persen waktu untuk menahan 5 derajat, unit di Dago juga lebih jarang melakukan start — momen paling berat dalam umur sebuah kompresor.
Bagian sulit memasang bak di Dago bukan mesinnya, melainkan membawanya ke atas. Jalan menuju Dago Pakar menanjak dengan tikungan yang tidak bisa diambil truk engkel bermuatan penuh, jadi bodi kami pindahkan ke kendaraan kecil di bawah. Banyak rumah lereng juga punya pintu samping 80-90 sentimeter dan tangga taman menuju teras belakang — untuk kasus seperti itu kami membuat bodi modular yang dirakit di tempat, atau memilih bak yang bisa masuk berdiri.
Hal kedua yang khas lereng: kemiringan lahan. Bak 400 liter terisi berbobot sekitar 780 kilogram, dan di teras yang menggantung di lereng, beban itu harus jatuh ke struktur, bukan ke urugan. Kami selalu minta foto bagian bawah teras sebelum menggambar. Kawasan tetangga seperti Setiabudi punya masalah lain lagi, dan Kota Baru Parahyangan justru paling mudah karena lahannya rata.
Untuk bak 400 liter tertutup dengan target 5 derajat, ya. Air masuk 22 derajat membuat unit 1 PK menyelesaikan pengisian pertama dalam 7,8 jam, masih di dalam batas delapan jam yang kami pakai. Kalau baknya 600 liter, ukurannya naik ke 1,5 PK.
Sekitar Rp 7 juta pada harga chiller, karena 1 PK ada di Rp 19 juta dan 1,5 PK di Rp 26 juta untuk unit impor. Listriknya juga sedikit lebih murah, Rp 170 ribu sebulan dibanding Rp 177 ribu. Harga bodi baknya sendiri sama persis.
Kami pindahkan bodi ke kendaraan kecil di bawah tanjakan dan naik dalam satu atau dua rit. Yang kami minta sebelum jadwal dikunci adalah video 200 meter terakhir jalan masuk, termasuk lebar pagar, tinggi dahan, dan ada tidaknya tempat parkir sementara.
Ya, dan itu terlihat di angka kapasitas: unit 1 PK memberi 1,43 kW nyata di sini, lebih tinggi daripada di dataran rendah karena kondensor membuang panas ke udara yang lebih sejuk. Kalau Anda ingin membandingkan sendiri untuk volume lain, kalkulator chiller memakai rumus yang sama dengan lembar survei kami.
Kawasan lain

Villa dan guest house lama di Setiabudi: pipa galvanis berkarat diganti PPR sebelum bak diisi, chiller 1,5 PK, Rp 177 ribu sebulan.
Lihat →
Kota mandiri di 700 mdpl dekat mulut tol: pengiriman sehari dari Cikarang, lahan rata, chiller 1,5 PK, Rp 177 ribu sebulan.
Lihat →Survei gratis
Isi singkat, kami balas dengan ukuran, chiller yang cocok, dan harga lengkap.