Tanah Karo · 1.300 mdpl
Air keran di Berastagi keluar pada 17-19 derajat dan malam di Gundaling turun ke 13. Itu membuat Berastagi satu-satunya alamat di jaringan kami yang cukup memakai chiller 0,75 PK untuk bak 400 liter. Yang tidak ikut berubah: 363 watt panas tetap masuk setiap jam.

Berastagi adalah satu-satunya kota di daftar enam puluh kota kami yang membuat tim survei berhenti dan menghitung ulang. Ketinggian 1.300 meter, kebun kubis dan jeruk di sekelilingnya, kabut yang turun sore hari, dan air keran yang keluar pada 17-19 derajat sepanjang tahun. Di sini mesin yang biasanya kami pasang justru kebesaran, dan itu kabar baik yang perlu dijelaskan dengan hati-hati supaya tidak berubah jadi harapan yang salah.
Bak 400 liter dengan insulasi 40 mm dan tutup terpasang di luar jam pakai menyerap 363 watt di Berastagi. Bak yang sama persis di Medan, tujuh puluh kilometer menuruni Sibolangit, menyerap 516 watt. Selisih 153 watt itu datang dari dua sumber: udara Karo yang jarang melewati 24 derajat, dan air isi ulang yang masuk sebelas derajat lebih dingin.
Baris kesepuluh adalah batas yang perlu diingat sebelum memesan. Di Berastagi chiller 0,75 PK sanggup menahan sampai 410 liter di 5 derajat; di atas itu kami naikkan ke 1 PK seharga Rp 19 juta. Jadi bak 400 liter adalah titik paling ekonomis di kota ini, dan menambah 50 liter saja sudah membatalkan keuntungannya.
Pertanyaan yang selalu muncul di Berastagi: kalau airnya sudah 17 derajat, kenapa tidak beli es balok saja dan lupakan mesinnya. Hitungannya bisa dicek sendiri. Menahan 363 watt selama dua puluh empat jam berarti membuang 31,4 megajoule panas. Satu kilogram es menyerap sekitar 355 kilojoule saat mencair lalu naik ke 5 derajat, jadi Anda butuh sekitar 88 kilogram es setiap hari, ditambah 61 kilogram untuk pengisian pertama dari 18 ke 5 derajat.
Chiller 0,75 PK mengerjakan hal yang sama dengan 3,4 kWh listrik sehari, sekitar Rp 4.900 dalam sehari. Es balok dalam jumlah itu, diantar setiap hari ke Berastagi, tidak pernah lebih murah, dan suhunya melompat-lompat antara 4 dan 12 derajat tergantung jam berapa esnya datang. Untuk latihan yang butuh suhu tetap, lompatan itu yang jadi masalah, bukan biayanya.
Beberapa klien Karo memulai dengan bodi bak saja dan air keran apa adanya. Suhunya akan mengikuti udara, 17-19 derajat pada pagi berkabut dan 20-22 derajat pada siang cerah — nyaman, tetapi bukan latihan air dingin dalam arti yang biasa dipakai atlet. Kami menyiapkan jalur pipa dan kotak listrik sejak awal, jadi chiller bisa dipasang setahun kemudian tanpa membongkar bodi atau dek.
Sambungan PLN rumah di Berastagi umumnya 1.300 sampai 2.200 VA, sama seperti kota kecil lain di Sumatera. Bedanya, di sini mesin yang dipasang jauh lebih kecil. Chiller 0,75 PK menarik 700 watt dan pompa sirkulasi 85 watt, totalnya 785 watt — masih di bawah batas sambungan 1.300 VA. Ini satu-satunya kota di jaringan kami yang bisa mengatakan itu.
Kejujurannya begini: sisa sekitar 500 watt itu cukup untuk lampu, kulkas, dan televisi, tetapi tidak cukup kalau pompa sumur ikut menyala. Kalau di rumah Anda ada pompa sumur, tetap naikkan ke 2.200 VA. Di Pematangsiantar dan Banda Aceh yang memakai chiller 1,5 PK dengan tarikan 1.400 watt, naik daya bukan pilihan melainkan syarat.
Dua hal di dataran tinggi Karo mengubah jadwal perawatan. Pertama, kabut sore membuat permukaan kayu dan dek basah hampir setiap hari, jadi untuk bak kayu jati kami menambah satu lapis minyak tiap enam bulan, bukan setahun sekali. Kedua, abu vulkanik dari arah Sinabung sesekali turun tipis di Berastagi dan Kabanjahe, dan abu itu halus, sedikit asam, serta menggores kalau dilap kering.
Satu catatan yang sering membuat tamu tersenyum: sumber air panas Sibayak berada kurang dari sepuluh kilometer dari kebanyakan lokasi yang kami kerjakan, jadi beberapa vila di sini punya kolam air panas alami dan bak es buatan kami dalam satu halaman. Untuk pasangan seperti itu kami memasang bak dengan limpahan terpisah, supaya air belerang tidak pernah masuk ke jalur chiller.
Muatan untuk Berastagi berjalan lewat rute yang sama dengan Medan sampai titik bongkar pertama, lalu berpindah ke truk engkel untuk naik jalur Sibolangit. Muatan Pematangsiantar berpisah di titik yang sama dan berbelok ke tenggara. Tronton tidak kami pakai untuk tanjakan Sibolangit, terutama pada sore hari saat kabut menutup jarak pandang. Totalnya 5-6 hari di jalan dan 26 hari kerja dari uang muka sampai serah terima.
Untuk lokasi di Tongkoh dan sebagian Gundaling yang jalan masuknya sempit dan menanjak, bodi bak kami kirim modular dan dirakit di lokasi. Rincian cara pengepakannya ada di halaman pengiriman, dan perbandingan angka dengan kota tetangga ada di halaman wilayah Sumut dan Aceh.
Benar, untuk bak sampai 410 liter dengan tutup terpasang dan target 5 derajat. Unit itu bernominal 2,1 kW dan memberi sekitar 1,16 kW pada air sedingin itu, lebih dari tiga kali beban 363 watt. Di Medan unit yang sama hanya sanggup menahan sekitar 180 liter, karena udara dan air masuknya jauh lebih panas.
Rp 146 ribu untuk bak 400 liter bertutup yang dipakai satu jam sehari, pada tarif rumah tangga Rp 1.444 per kWh. Tanpa tutup insulasi naik ke Rp 195 ribu. Itu tagihan terendah dari enam puluh kota yang kami hitung, sekitar Rp 68 ribu sebulan di bawah Medan atau Rp 816 ribu setahun.
Chiller naik satu tingkat ke 1 PK dan tagihan ke Rp 158 ribu sebulan. Selisih harga mesinnya sekitar Rp 2,5 juta. Di Berastagi itu masih masuk akal; di Medan, target 3 derajat membawa Anda ke 2 PK dan tambahan Rp 8 juta, jadi keputusannya berbeda tergantung Anda tinggal di atas atau di bawah.
Bisa, dan di Berastagi itu justru yang paling sering. Yang kami minta hanya atap kecil untuk unit chiller — bukan ruang tertutup, melainkan naungan terbuka di tiga sisi dengan jarak 60 sentimeter dari dinding. Bodi bak sendiri tahan hujan; tutup insulasi yang menjaga air tetap bersih dari daun dan abu.
26 hari kerja dari uang muka, dua hari lebih lama daripada Medan karena tanjakan Sibolangit ditempuh dengan truk engkel setelah bongkar di kota. Dua teknisi kami menginap di lokasi sampai pengisian dan uji dingin selesai, biasanya tiga hari kerja terakhir.
Ya. Selisih yang kami jamin ±0,3 derajat, diukur dengan termometer probe saat serah terima. Yang menarik di Berastagi: kompresor justru menyala sedikit lebih sering daripada di Medan, sekitar 31 persen waktu dibanding 26 persen, karena mesinnya memang dipilih pas dan tidak kebesaran. Yang mengecil adalah tarikannya, 700 watt dan bukan 1.400 watt.
Kota terdekat
Survei gratis
Kabanjahe, Tongkoh, dan Gundaling berdiri di ketinggian yang berbeda-beda, dan selisih seratus meter sudah mengubah suhu air masuk. Sebutkan desanya, bukan hanya kotanya.
Isi singkat, kami balas dengan ukuran, chiller yang cocok, dan harga lengkap.